Read more: http://www.pengerindu.com/2011/12/dapatkan-facebook-like-fanpage-popup.html#ixzz1hRGMQk11

This is default featured post 1 title

INFO TERKINI adalah informasi dari berbagai sumber dari Dalam dan luar Negeri:Politik,Ekonomi,Selebritis,Sains,Teknologi,Tips dan Trik,Hiburan,Usaha Anda Dan lain-lain

This is default featured post 2 title

INFO TERKINI adalah informasi dari berbagai sumber dari Dalam dan luar Negeri:Politik,Ekonomi,Selebritis,Sains,Teknologi,Tips dan Trik,Hiburan,Usaha Anda Dan lain-lain

This is default featured post 3 title

INFO TERKINI adalah informasi dari berbagai sumber dari Dalam dan luar Negeri:Politik,Ekonomi,Selebritis,Sains,Teknologi,Tips dan Trik,Hiburan,Usaha Anda Dan lain-lain

This is default featured post 4 title

INFO TERKINI adalah informasi dari berbagai sumber dari Dalam dan luar Negeri:Politik,Ekonomi,Selebritis,Sains,Teknologi,Tips dan Trik,Hiburan,Usaha Anda Dan lain-lain

This is default featured post 5 title

INFO TERKINI adalah informasi dari berbagai sumber dari Dalam dan luar Negeri:Politik,Ekonomi,Selebritis,Sains,Teknologi,Tips dan Trik,Hiburan,Usaha Anda Dan lain-lain

Tampilkan postingan dengan label Terosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terosis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Berencana Rekam Ledakan Bom Serpong, Imam Diduga Bermotif Ekonomi

Selasa, 26/04/2011 Berencana Rekam Ledakan Bom Serpong, Imam Diduga Bermotif Ekonomi

Jakarta - Kameramen Global TV, IF alias Imam Firdaus (IF) berencana untuk merekam ledakan bom di Serpong, Tangerang. Imam diyakini tidak memiliki motif jihad seperti pelaku lainnya. Lalu apa motif Imam?

"Dia sadar melakukannya. Namun motivasinya uang," ujar pengamat terorisme, Mardigu WP saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/4/2011).

Ahli hipnoterapi ini menegaskan Imam tidak dihipnotis oleh Pepi yang diduga memimpin teror bom buku. Imam hanya tergoda iming-iming Pepi yang akan memberinya imbalan besar.

"Tidak ada unsur hipnotis, dia sadar kok. Tapi memang kurang panjang berfikirnya sehingga berakhir seperti ini," jelas Mardigu.

Namun Mardigu enggan membeberkan berapa iming-iming uang yang akan diterima Imam jika ia berhasil merekam ledakan bom itu. "Yang jelas itu sudah terkonfirmasi. Tapi saya belum tahu berapa (uangnya)," jelas pria yang juga psikolog ini.

Imam Firdaus ditangkap bersama 19 tersangka kasus bom buku dan bom Serpong, Tangerang, Banten. Menurut Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, peran Imam untuk merekam aksi teror yang direncanakan.

Selain itu, Imam juga ditawari oleh perancang aksi bom Pepi Fernando untuk menyiarkan peristiwa tersebut secara langsung. Imam juga diminta untuk mengajak media asing untuk melakukan hal yang sama.


Sumber

Senin, 25 April 2011

Teroris Generasi Baru Lebih Berpendidikan dari Pendahulunya

Senin, 25/04/2011 00:59 WIB
Teroris Generasi Baru Lebih Berpendidikan dari Pendahulunya 
 
Jakarta - Tersangka teroris pelaku bom buku atau bom Serpong merupakan pelaku bom generasi baru. Generasi baru ini lebih berpendidikan dan mempunyai orientasi perjuangan yang berbeda dibanding pendahulunya.

"Saya tidak sepakat pemain lama, ini pemain baru," kata psikolog forensik Reza Indragiri Amriel saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/4/2011).

Ciri-ciri pemain baru ini yaitu bukan orang miskin, berpendidikan, mempunyai banyak pilihan hidup, dan mempunyai pekerjaan. Ciri-ciri pelaku bom seperti itu seperti tren di negera-negara Barat yang menganut kebebasan berdemokrasi seperti di Eropa.

"Kalau pemain lama itu terorganisir dan selalu merepresentasikan perlawanan terhadap Barat dan kafir," terang dosen Universitas Bina Nusantara, Jakarta ini.

Pelaku bom generasi baru ini mendompleng karakter demokrasi yaitu kebebasan masyarakat dan kebebasan media. Dengan menggunakan dua kebebasan tersebut maka terget mereka tercapai yaitu antikemapanan.

"Di negara demokrasi, teror lebih banyak. Mereka mempunyai dorongan mencari perhatian publik," tuturnya.

Sedangkan pemain lama saat ini susah bergerak karena sudah banyak yang ditangkapi. Adapun pemain baru saat ini muncul secara acak dengan latar belakang intelektual, berjalan sendiri-sendiri sehingga semakin sulit diatasi Polri.

"Kesamaaannya antara generasi lama dengan generasi baru yaitu sama-sama memerangi musuh Islam versi mereka," tutupnya.

sumber

Sabtu, 23 April 2011

Global TV Klarifikasi Kamerawannya yang Ditangkap Densus 88

Sabtu, 23/04/2011 00:21 WIB
Penggerebekan Teroris
Global TV Klarifikasi Kamerawannya yang Ditangkap Densus 88 
Suci Dian Firani - detikNews
 



Jakarta - Seorang kamerawan stasiun televisi Global TV dikabarkan ikut ditangkap oleh Densus 88 terkait kasus teror bom. Pihak Global TV langsung mengklarifikasi berita tersebut ke Mabes Polri.

"Kapan ditangkap dan dimananya belum tahu, tapi secara nama dan info benar bahwa itu dia. Tapi secara fisik kami belum tahu," kata Direktur News Global TV Arya Sinulingga dalam jumpa pers di Citos, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2011), malam.

Menurut Arya, kabar mengejutkan dan tidak disangka-sangkanya itu diterima pada Jumat sore. Ia lantas menghubungi Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar untuk mengklarifikasi.

"Kami langsung klarifikasi ke Pak Boy Rafli dan membenarkan adanya penangkapan itu," ucap Arya seraya menolak menyebutkan identitas kamerawan yang kini ditahan itu.

Arya mengaku pasrah terhadap musibah ini. Bila terbukti bersalah, ia mempersilakan kepolisian untuk memberi tindakan hukum kepada kru-nya tersebut.

"Kalau misalnya terbukti dia melakukan kesalahan, diharapkan dilakukan tindakan hukum," ucap Arya.

Sejauh ini, Mabes Polri telah menangkap 19 tersangka terkait teror bom buku dan bom di Serpong sepanjang, Kamis (21/4), kemarin. Berikut tempat penangkapan dan inisial ke-19 tersangka tersebut:

1. Pondok Kopi, Jakarta Timur (Jaktim) ada 5 tersangka berinisial: A, D, M, R, A.
2. Kramat Jati, Jaktim, ada 3 tersangka berinisial: F, D, Y
3. Rawamangun, Jaktim ada seorang tersangka berinisial M
4. Bogor, Jawa Barat (Jabar) ada 5 tersangka berinisial: P, A, A, E, R
5. Bekasi, Jabar, satu tersangka berinisial A
6. Tangerang, Banten satu tersangka berinisial J
7. Aceh, NAD ada 3 tersangka berinisial: P, J, F


(irw/irw)

Trik Berkreasi di Facebook

Sumber Berita

Harum Souvenir,Harum Aromatic

Free banner otomatis 120x90

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 

Ahmad Roup

E-mail:ahmadroup@gmail.com

Denpasar Bali

Aneka Aromatherapy